Memahami perbedaan sektor upstream dan downstream di industri migas

osingweb

Jakarta, IDN Times – Klasifikasi perusahaan dalam industri minyak dan gas (migas) ditentukan berdasarkan posisinya dalam rantai pasok, yakni sektor upstream, midstream, atau downstream.

Beberapa perusahaan besar bahkan dikategorikan sebagai perusahaan terintegrasi karena menjalankan fungsi di dua atau tiga segmen tersebut sekaligus. Dilansir Investopedia, berikut perbedaannya!

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp239 Triliun

1. Eksplorasi dan produksi di sektor upstream

Sektor upstream berfokus pada tahapan awal, mulai dari mengidentifikasi, mengekstraksi, hingga memproduksi sumber daya alam. Perusahaan di bidang ini bertanggung jawab mencari cadangan migas, melakukan pengeboran sumur, hingga mengambil bahan mentah dari perut bumi.

Sektor ini juga melibatkan berbagai layanan pendukung, seperti operasi rig, studi kelayakan, penyewaan alat, serta penyediaan bahan kimia untuk ekstraksi. Berbagai tenaga ahli terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari geolog, geofisikawan, ilmuwan, hingga kontraktor survei seismik dan pengeboran.

Prabowo Ratas di Hambalang Bahas Energi hingga Hilirisasi

2. Pengolahan dan distribusi ke konsumen di sektor downstream

Berbeda dengan tahap awal, sektor downstream beroperasi lebih dekat dengan konsumen akhir. Aktivitasnya dimulai setelah proses produksi selesai hingga mencapai titik penjualan. Sektor ini melibatkan kilang minyak, pabrik petrokimia, serta jaringan ritel dan distributor gas alam.

Pihak-pihak di sektor ini bertugas mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap digunakan masyarakat. Produk yang dihasilkan meliputi solar, bensin, gas alam, pelumas, hingga bahan baku untuk farmasi dan pestisida.

Prabowo Tetap Prioritaskan Hilirisasi meski Ada Perjanjian Tarif AS

3. Peran midstream dan perusahaan terintegrasi

Di antara tahap produksi dan penjualan, terdapat sektor midstream yang menangani penyimpanan, pengolahan antara, serta transportasi produk migas. Sementara itu, banyak perusahaan energi raksasa memilih untuk beroperasi secara terintegrasi dengan menguasai seluruh rantai pasok.

Mereka memiliki kegiatan pengeboran sendiri, mengoperasikan kilang, hingga mengelola jaringan SPBU melalui sistem waralaba. Perusahaan global yang menerapkan model bisnis terintegrasi ini di antaranya adalah Shell, Chevron, BP, serta ExxonMobil.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c