teman -, MATARAM — PT Jamkrida NTB Syariah membukukan laba sejumlah Rp3,8 Miliar pada 2025 atau naik 18,75% dibandingkan dengan laba 2024 sejumlah Rp3,2 miliar.
Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah Lalu Taufik Mulyajati menjelaskan peningkatan laba terjadi karena kinerja penjaminan meningkat setelah konversi dari Jamkrida Umum ke Jamkrida Syariah. Setelah konversi, Jamkrida NTB Syariah menjadi penjamin kredit di Bank NTB Syariah.
“Total nilai yang dijamin Jamkrida NTB Syariah sepanjang 2025 mencapai Rp1 triliun. 90 persen bisnis penjaminan kami dari Bank NTB Syariah, kemudian Bank Dinar Syariah dan sejumlah BPR Syariah di NTB. Kemudian dari penjaminan surety bond atau penjaminan proyek pemerintah juga meningkat di 2025,” jelas Lalu Taufiq, Kamis (3/4/2026).
Pendapatan Imbal Jasa Kafalah (IJK) mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai sekitar Rp29 miliar per tahun atau rata-rata lebih dari Rp2 miliar per bulan. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang masih di bawah Rp10 miliar per tahun.
Taufiq menjelaskan pertumbuhan bisnis ini turut mendorong peningkatan aset perusahaan secara signifikan, dari sekitar Rp57 miliar menjadi Rp87 miliar atau naik hampir 70%.
Pada 2026 Jamkrida NTB Syariah menargetkan ekspansi bisnis lebih agresif pada 2026 dengan target penjaminan mencapai Rp2 triliun, terutama melalui optimalisasi kerja sama dengan Bank NTB Syariah yang saat ini baru menyumbang sekitar 25% dari total potensi bisnis di Bank NTB Syariah.
Selain itu, Jamkrida Syariah juga mulai memperluas jangkauan layanan dengan membuka agen di sejumlah kabupaten/kota guna menangkap potensi pasar baru. Lalu Taufiq menargetkan di 2026 proyek-proyek di Pemerintah Kabupaten/Kota mulai dijaminkan di Jamkrida Syariah.
“Beberapa Kabupaten seperti Sumbawa Barat sudah komitmen dan minta penempatan agen,” kata Taufiq.







